Tantangan TIK di Daerah Transmigrasi (Survei TIK Rumah Tangga dan Individu)

30-06-14 oleh Admin

Salah satu program Kementerian Komunikasi dan Informatika 2014 yang dilaksanakan oleh Badan Litbang Kominfo yaitu Survei TIK Rumah Tangga dan Individu. Kegiatan survei ini dilakukan oleh UPT di lingkungan Balitbang Kominfo yaitu BBPPKI dan BPPKI. BPPKI Banjarmasin sebagai satu-satunya UPT yang berlokasi di Kalimantan, mendapatkan lokasi penelitian di 3 provinsi. Kegiatan ini dilaksanakan di bulan Juni  2014.

Salah satu lokasi yang dijadikan sampel pengumpulan data adalah Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Lokasi desa yang akan dijadikan survei adalah Ds Sebangau Mulia, Ds Sebangau Permai, Ds Sebangau Jaya, dan Ds Paduran Mulya. Ke empat desa tersebut berada di satu kecamatan yaitu Kecamatan Sebangau Kuala. Daerah ini dulunya adalah lokasi transmigrasi sejak tahun 1986.

Daerah ini memiliki ekosistem pasang surut tipe C dari sungai sebangau yang bermuara di teluk sebangau, memiliki luas wilayah 4068,63 Ha yang berbatasan dengan wilayah sebelah timur sungai sebangau, sebelah utara Desa Sebangau Jaya, sebelah barat Desa Mekar Jaya, dan sebelah selatan hutan negara. Berpenduduk dengan suku campuran dan sebagian besar berprofesi sebagai petani.

Di bidang sarana dan prasarana desa cukup memadai seperti gedung sekolah dari tingkat TK, SD, MTs dan MA, puskesmas, rumah ibadah, Irigasi, keamanan, pasar desa. Salah satu kendala terbesar adalah akses transportasi darat terutama jalan desa perlu segera dibangun atau ditingkatkan untuk menunjang kelancaran pembangunan dan dapat mempermudah usaha bagi masyarakat terutama Rumah Tangga Miskin yang ada di desa sekitar kecamatan Sebangau Kuala.

Desa Sebangau Permai dan desa-desa sekitarnya adalah salah satu desa yang termasuk kategori desa tertinggal atau desa miskin yang memerlukan perhatian dari berbagai kalangan umum terutama pemerintah, agar kesejahteraan masyarakat terutama RTM dapat segera tercapai dan kemiskinan dapat segera dituntaskan.

Beberapa keluhan yang disampaikan oleh masyarakat adalah sebagai berikut:

a. Mahalnya biaya telekomunikasi, hal ini dikarenakan hanya satu provider yang dapat dijangkau sinyalnya. Sehingga saat berkomunikasi dengan berbeda provider akan sangat mahal.

b. Harga pulsa yang juga lebih mahal dengan harga di kota. Contoh. Pulsa 10.000 dihargai Rp. 13.000. c. Televisi untuk siaran langsung olahraga diacak. Hal ini dikarenakan mereka mengakses siaran tersebut dengan menggunakan parabola. Padahal dengan parabolalah sebagai akses satu-satunya untuk menyaksikan tayangan tv. d. Tingkat pendapatan masyarakat yang sangat rendah atau dikategorikan miskin, hal ini tentu saja memberatkan mereka saat melakukan komunikasi menggunakan handphone. e. Akses infrastruktur seperti jalan yang hingga saat ini masih dianggap kurang memadai sehingga menyulitkan mereka untuk memasarkan hasil pertanian ke kota. Apalagi jika terjadi musim hujan, semakin menyulitkan mereka untuk menjual hasil pertanian dengan kondisi jalan yang sangat sulit dilewati.  Kecamatan Sebagau Kuala pernah mengalami hujan yang berkepanjangan sehingga desa tersebut pada tahun 1995 dan tahun 2010 pernah mengalami banjir besar hingga 3 bulan lamanya. f. Harapan mereka kepada Kemenkominfo adalah pulsa yang murah untuk masyarakat pedesaan, akses televisi terutama saat menyaksikan siaran piala dunia serta lebih banyak lagi provider yang mau mendirikan BTS sehingga mereka mempunyai alternatif jika provider yang saat ini ada mengalami masalah.