Literasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Masyarakat Desa Pantai (Survey di wilayah Bengkulu, Pangkal Pinang, dan Jakarta)

08-12-14 oleh Admin

Revolusi digital yang berkembang dengan pesat saat ini telah mengondisikan bagi terjadinya modernisasi dalam pertukaran informasi, data dan pengetahuan di setiap lapisan masyarakat dunia. Modernisasi yang dalam implementasinya lebih lazim dikenal terfasilitasi karena kemampuan konvergensi Teknologi Komunikasi dan Informasi (TIK) (internet) itu. Dengan demikian ini menjadi penunjang positip bagi upaya mewujudkan masyarakat informasi (information society).

Melalui WSIS, Konvergensi Teknologi Komunikasi dan Informasi mendukung upaya mewujudkan masyarakat informasi (dicanangkan negara penandatangan WSIS termasuk Indonesia) dengan terwujudnya ICT literacy pada 50% penduduk dunia pada tahun 2015 dan 100% pada tahun 2025.Terkait dengan hal itu, Balai Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BPPKI) Jakarta telah  melaksanakan kegiatan penelitian tentang tingkat literasi komputer di lingkungan masyarakat pedesaan pantai.

Pemilihan lokasi penelitian ini terkait dengan upaya untuk menjadikannya sebagai bagian dari masyarakat informasi global. Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan paradigma positivistik dengan pendekatan kuantitatif melalui metode survey di provinsi DKI Jakarta, Bangka Belitung dan Provinsi Bengkulu.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum fenomena literasi komputer pada tiga lokasi penelitian, menunjukkan responden di desa pantai Bengkulu, jauh lebih unggul jika dibandingkan dengan di desa pantai Jakarta dan Pangkal Pinang ( desa sampel) dari tingkat kemandirian. Variabel minor yang paling sedikit dikuasai responden, bersifat sangat spesifik, yakni menyangkut Kemampuan mengaplikasikan Photoshop dan Kemampuan mengaplikasikan Program SPSS. (ac)