Gambar: sertifikasi kompetensi, pusbang komunikasi, litprofkom, skkni

  • Bagikan

Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kementerian Komunikasi dan Informatika, melalui Pusat Pengembangan Literasi dan Profesi SDM Komunikasi bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) TIK Indonesia menyelenggarakan ujian Sertifikasi Nasional berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bidang Komunikasi dengan cluster/bidang keahlian Junior Multimedia, Video Editing, Grafika Komunikasi, Graphic Design, Infographic dan Photography. Pelaksanaan Ujian Sertifikasi dilakukan di Tempat Uji Kompetensi (TUK) Hotel Grand Dafam Banjarbaru pada tanggal 1 s.d 4 Agustus 2017 dan dihadiri oleh 78 orang peserta.

Kegiatan ini diperuntukkan bagi angkatan kerja muda lulusan SMK, D3, D4 dan S1 bidang Komunikasi khususnya bidang studi Graphic Design dan Multimedia yang belum memiliki pekerjaan di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan dan sekitarnya. Peserta kegiatan uji sertifikasi ini berasal dari lulusan beberapa SMK dan Perguruan Tinggi antara lain adalah SMKN 4 Banjarmasin, SMKN 2 Banjarmasin, Universitas Muhammadiyah, Politeknik Hasnur, STMIK Indonesia Banjarmasin, STMIK Banjarbaru, UNISKA Banjarmasin, IAIN Antasari Banjarmasin, Universitas Islam Kalimantan, Universitas Lambung Mangkurat, dan SMKN 1 Batu Mandi. Kepala Bidang Profesi Komunikasi, Drs. Baso Saleh M.I.Kom selaku Ketua Panitia Penyelenggara dalam laporannya menyampaikan bahwa Sertifikasi berbasis SKKNI ini adalah kegiatan yang sangat penting dalam rangka akselerasi penyiapan Tenaga Kerja terampil Bidang Komunikasi di Indonesia. “Saat ini kita akan memasuki era dimana ijazah saja tidak cukup, oleh karena itu dibutuhkan berkas pendamping untuk melengkapi kualifikasi personal sebagai bukti kompetensi dari setiap individu,” ujar Baso Saleh.

Kepala Pusat Pengembangan Literasi dan Profesi SDM Komunikasi, Prof. Dr. Gati Gayatri, MA dalam sambutanya mewakili Kepala Badan Litbang SDM mengatakan bahwa Data dari ASEAN Productivity Organization (APO) menunjukkan dari 1000 tenaga kerja Indonesia hanya sekitar 4,3% yang terampil sedangkan Filipina 8,3%, Malaysia 32,6% dan Singapura 34,7%. Beliau juga menambahkan, Data Bank Dunia menunjukkan bahwa kesenjangan terbesar yang dimiliki tenaga kerja lokal adalah 44% penggunaan bahasa Inggris, 36% keterampilan penggunaan komputer, 30% keterampilan berperilaku, 33% keterampilan berpikir kritis dan 13% keterampilan dasar. Tentunya kesenjangan tersebut harus segera diminimalisir agar persiapan menuju MEA semakin maksimal.

Anggota Komisi I DPR RI, H. Syaiful Tamliha, S.Pi, MS dalam sambutan pembukaannya menyampaikan bahwa kegiatan sertifikasi ini merupakan salah satu kegiatan prioritas yang harus diapresiasi dalam menyambut Era MEA yang telah diberlakukan sejak awal 2016 lalu. Beliau berpesan kepada seluruh peserta untuk fokus menjalani kegiatan ini dan memanfaatkannya semaksimal mungkin. Selain itu beliau juga menyampaikan harapannya agar seluruh peserta bisa mendapat sertifikat keahlian yang dapat digunakan untuk memperluas kesempatan bekerja baik skala nasional maupun internasional.

Kegiatan Sertifikasi Kompetensi berbasis SKKNI ini merupakan kegiatan ke-20 di tahun 2017, dengan presentase kelulusan 62% dengan total peserta yang kompeten sebanyak 47 orang. Kegiatan sebelumnya telah diselenggarakan di Yogyakarta dan Medan dengan jumlah peserta sebanyak 76 orang peserta. Sedangkan kegiatan selanjutnya akan dilaksanakan di Garut dan Pati.


Sisipan


Label
sertifikasi kompetensi, pusbang komunikasi, litprofkom, skkni